News

You are here:Home News

Dari film yang diangkat dari komik Marvel hingga Star Wars: Episode VIII, dari film arahan Christopher Nolan hingga Sofia Coppola, inilah deretan 10 film yang layak disaksikan pada 2017.

I Am Not Your Negro

Terinspirasi oleh buku karya James Baldwin mengenai rangkaian pembunuhan sejumlah pemimpin warga kulit hitam di Amerika Serikat pada era 1960-an, film dokumenter Raoul Peck membawa tulisan Baldwin, yang meninggal dunia pada 1987, dapat kembali bermakna pada abad ke-21.

Pernyataan-pernyataan dan tinjauan Baldwin, yang juga membahas sejarah ras di AS, seolah kembali hidup melalui film dokumenter ini. Walau jarang menyentuh pemikiran Baldwin mengenai seksualitas, film ini membuat penonton terpaku dengan narasi Samuel L Jackson yang penuh emosi.

I Am Not Your Negro menjadikan karya Baldwin kian relevan dengan memasukkan tayangan demonstrasi menentang penembakan di Kota Ferguson. Ketika hak asasi orang-orang non-kulit putih masih diserang, ide-ide Baldwin takkan terbantahkan. (Foto: Magnolia Pictures)

Get Out

Film ini digambarkan sebagai percampuran antara film misteri berjudul Rosemary's Baby yang dirilis pada 1968 dan The Help, film drama tentang interaksi warga kulit hitam dan kulit putih. Atau boleh jadi persilangan antara Guess Who's Coming to Dinner dan The Stepford Wives.

Film layar lebar ini merupakan film arahan perdana Jordan Peele yang sohor berkat aktingnya dalam serial komedi Key & Peele. Dengan mengandalkan tema horor thriller, Get Out mengisahkan tentang seorang pria kulit hitam yang baru menyadari bahwa orang tua kekasihnya, yang merupakan warga kulit putih, terlibat konspirasi jahat guna menjaga daerah rumah mereka di kawasan kaya pinggiran kota tetap dihuni warga kulit putih.

Get Out memulai tayangan dengan premis yang cocok dengan episode-episode Twilight Zone. Namun, setelah itu alur ceritanya dipenuhi kegilaan. Apabila ide film horor selama ini dipandang kurang orisinil, maka film garapan penulis serial komedi mungkin bisa memenuhi harapan penonton untuk menyaksikan film horor yang berbeda. (Foto: Universal)

Personal Shopper

Masa keemasan Kristen Stewart berlanjut dengan film garapan Olivier Assayas yang menceritakan seorang selebriti yang terobsesi berkomunikasi dengan mendiang saudara kembarnya. Lepas dari ketenangan Stewart yang menyita perhatian, aspek paling menarik dari film ini adalah caranya memainkan kisah supranatural dengan blak-blakan, seolah para arwah mereka yang telah tiada terus-menerus membayangi penonton layaknya drama realis.

Seperti film Clouds of Sils Maria yang juga digarap Assayas dan dibintangi Stewart, Personal Shopper mengedepankan misteri. Dengan cara ini, Stewart dapat menjelma menjadi karakter yang dia mainkan, alih-alih membuat pribadi Stewart yang sebenarnya menyetir alur cerita. Semakin sering itu terjadi, semakin menarik penampilannya sebagai aktris. (Foto: Les Films du Losange)

The Beguiled

Sulit membayangkan perjodohan sepasang pihak yang tak saling mengenal satu sama lain, seperti Sofia Coppola dan film koboi. Namun, itulah yang membuat film yang pernah digarap Don Siegel dan dibintangi Clint Eastwood pada 1971 lalu ini begitu menarik.

Walau mengambil kisah pada Perang Sipil di Amerika Serikat, cerita seorang serdadu Utara (Colin Farrell) yang berlindung di sekolah perempuan wilayah Selatan masih menggoda hati. Lalu foto-foto di lokasi syuting mengindikasikan bahwa dia berupaya keras membuat versi terkini jauh lebih bagus. Sulit membayangkan bagaimana Coppola menggarap genre film koboi yang maskulin, namun itulah yang membuatnya menarik.

Dunkirk

Dedikasi Christopher Nolan pada gaya zaman dulu dalam mengambil gambar mungkin dianggap sebagai sikap anti-teknologi. Namun, aksi merekam adegan pertempuran menggunakan kamera pita dengan lensa 65mm dan mengandalkan efek alami tanpa bantuan komputer sudah sangat jarang serta harus dirayakan.

Meski film ini pasti akan dibandingkan dengan Saving Private RyanDunkirk bukanlah film yang membahas kemenangan militer sekutu, melainkan upaya evakuasi 300.000 serdadu dari sebuah pantai di Prancis. Tema semacam itu bukanlah tipe film kolosal yang biasa dibuat.

Sudah lama diucapkan, termasuk mengenai film Saving Private Ryan, bahwa mustahil membuat film perang yang justru menyampaikan pesan anti-perang. Bagaimanapun, menuturkan sebuah kisah mengenai upaya meloloskan diri ketimbang menghadapi musuh mungkin menjadi cara terakhir untuk mengatasi kemustahilan itu. (Foto: Warner Bros)

The Snowman

Sudah lima tahun sejak Tomas Alfredson menelurkan film arahannya yang terkenal, Tinker Tailor Soldier Spy. Pada 2017 ini, ada lagi karya Alfredson yang layak ditunggu, yaitu film adaptasi novel misteri karya Jo Nesbø.

Dalam film ini, aktor Michael Fassbender berperan sebagai seorang detektif yang menelusuri jejak warga Norwegia yang diduga merupakan pembunuh berantai pertama negara Skandinavia itu. Fassbender akan beradu akting dengan Rebecca Ferguson, Charlotte Gainsbourg, JK Simmons, dan Val Kilmer.

Memang agak aneh ketika Alfredson kembali ke tanah kelahirannya dengan sederet aktor dan aktris berbahasa Inggris, namun akan menarik melihat karya Alfredson dengan anggaran Hollywood. (Foto: Universal)

Baby Driver

Para penonton tak akan pernah bisa menyaksikan film Ant Man dengan naskah karya Edgar Wright, karena Marvel memutuskan untuk mencabut naskah itu. Namun, boleh jadi kreativitasnya akan lebih mengalir dalam film ini, yang mengisahkan seorang supir bisu (Ansel Elgort) yang menggunakan musik sebagai panduannya dalam menyetir mobil untuk para kriminal.

Ini adalah pertama kalinya bagi Wright, yang selama ini berkolaborasi dengan Simon Pegg, mendapat kesempatan sebagai penulis tunggal untuk sebuah film. Baby Driver dibintangi oleh Jamie Foxx, Jon Hamm, dan Kevin Spacey. (Foto: Sony Entertainment)

Thor: Ragnarok

Berharap mendapat predikat sebagai auteur, yaitu sutradara yang menginspirasi banyak pihak pada film adaptasi sehingga dia malah dikenal sebagai pencipta kisah dalam film tersebut, adalah perbuatan sia-sia apabila film yang digarap merupakan adaptasi komik Marvel.

Namun, boleh jadi film arahan Taika Waititi yang mendampingkan tokoh Thor dan Hulk bisa mendatangkan inspirasi. Waititi, sutradara yang dikenal melalui film-film komedi seperti What We Do in the Shadows dan Hunt for the Wilderpeople membawakan pendekatan cemerlang pada kisah Thor yang dikenal sebagai cerita yang paling kelam dan tak memikat dalam jagat Marvel.

Bahkan, Waititi mungkin saja memberikan aktor Chris Hemsworth kesempatan untuk menerapkan tingkah-tingkah lucu seperti yang dia lakukan dalam Ghostbusters dan Vacation.

Tentu saja, film ini melibatkan sesuatu yang serius. Ragnarok merujuk pada mitologi di ranah Skandinavia mengenai kiamat. Namun, jika Hemsworth dan Mark Ruffalo bisa berdampingan, mungkin perjalanan menuju akhir dunia tidak akan terlalu buruk. (Foto: Marvel Studios)

Downsizing

Setelah menelusuri ketidakpuasan warga Amerika Serikat di kawasan Midwest mengenai kehidupan sehari-hari, masuk akal apabila Alexander Payne akan menyoroti kisah orang-orang yang mengerdilkan tubuh mereka untuk kemudian bergabung ke dalam komunitas masyarakat bertubuh mini dan sepaham.

Film ini menjadi proyek yang diminati Payne selama bertahun-tahun. Namun, tampaknya sulit bagi direktur yang punya rasa humor kering bakal mendapat dana untuk menggarap proyek sains-fiksi.

 

 

Film ini berasal dari ide yang tidak jamak, yang dicetuskan seorang direktur yang tidak biasanya melontarkan ide aneh. Karena itu, mengetahui jalan cerita dalam film ini, bakal menjadi sesuatu yang menarik.

Star Wars: Episode VIII

Rian Johnson, yang pernah menyutradai film Looper dan Brick, mungkin adalah sutradara yang paling menarik perhatian sepanjang sejarah rangkaian film Star Wars. Apalagi mengingat Johnson adalah satu-satunya orang selain George Lucas yang menulis sekaligus menyutradai film Star Wars.

Film terbaru Star Wars ini mungkin tidak seunik film arahan Johnson lainnya, yaitu The Brothers Bloom. Namun, setelah JJ Abrams menggarap film Star Wars yang solid namun tidak spektakuler, jagat Star Wars punya kesempatan untuk mencoba sesuatu yang baru.

Rincian mengenai film ini sulit ditemukan, namun jika pendekatan JJ Abram yang seperti Steven Spielberg bisa ditebak, arahan Johnson mungkin yang diperlukan untuk menarik minat penonton. (bbcindonesia.com)

Sekitar 103 orang terluka akibat kereta api Long Island Rail Road menabrak potongan bagian kereta api yang tersisa di rel, dekat stasiun Atlantic, Brooklyn, New York, pada jam sibuk Rabu (4/1/2016) waktu setempat.

 

 

Petugas pemadam kebakaran New York, AS yang tiba di lokasi mengatakan bagian kereta api itu sepertinya merupakan pecahan bagian bawah kereta api.

Akibat terganjal potongan bagian kereta di rel tersebut membuat roda kereta api Long Island Rail Road terangkat dan namun tidak tergelincir, seperti dilaporkan Voice of America.

Berbeda dengan laporan media China, Xinhua, yang menyebutkan bahwa akibat tabrakan tersebut dua gerbong pertama kereta api itu tergelincir dari rel.

Gubernur New York, Andre Cuomo, mengatakan kereta api itu bergerak sangat lambat, sehingga tidak “tergelincir”.

Bbeberapa saksi mata mengatakan pada media setempat bahwa kereta api justru bergerak terlalu cepat ketika memasuki stasiun dan menabrak sesuatu di akhir jalur yang ditentukan sehingga menimbulkan suara benturan yang sangat kuat.

Gambar yang disiarkan oleh penumpang di media sosial memperlihatkan kedua gerbong pertama kereta tersebut agak miring keluar relnya. Pintu gerbong kereta itu rusak dan kacanya hancur.

Sekitar 600-700 penumpang berada di dalam kereta api ketika kecelakaan terjadi. Dari lebih dari 100 penumpang yang terluka, hanya ada 11 orang dilarikan ke rumah sakit.

Mereka yang menderita luka-luka adalah penumpang yang berdiri untuk bersiap turun di stasiun Atlantic, Brooklyn.

Otorita berwenang langsung diterjunkan ke lokasi untuk menyelidiki kecelakaan ini. Sementara para penumpang lainnya diturunkan di stasiun tersebut. (kompas.com)

Ketika mantan Presiden Irak, Saddam Hussein, ditangkap pada Desember 2003, badan intelijen Amerika Serikat (CIA) memerlukan seorang ahli yang dapat mengenali dan menginterogasi Saddam untuk menarik informasi. Ahli tersebut adalah John Nixon.

Nixon telah mempelajari Saddam Hussein sejak bergabung dengan CIA pada 1998. Peran Nixon, sebagaimana dipaparkan kepada BBC, adalah mengumpulkan pengetahuan mengenai para pemimpin dunia sekaligus menganalisa karakter mereka.

"Ketika krisis terjadi, pembuat kebijakan datang kepada kami dengan pertanyaan mengenai siapa orang ini, apa yang mereka inginkan, mengapa mereka melakukan ini," kata Nixon.

Nixon berada di Irak ketika Saddam ditemukan pasukan AS di sebuah lubang kecil di bawah tanah yang berada di sebelah peternakan di kota kelahirannya, Tikrit.

Tatkala kabar penemuan Saddam mengemuka, pemerintah AS ingin agar seseorang memastikan apakah pria yang ditemukan memang benar Saddam Hussein, pemimpin Irak. Tugas itu kemudian diserahkan ke Nixon.

Kala itu, ada berbagai rumor bahwa Saddam Hussein memiliki sejumlah kembaran yang sengaja didandani mirip dengannya guna mengecoh publik. Akan tetapi, Nixon, yang meninggalkan CIA pada 2011, mengatakan, "Tiada ada keraguan bahwa begitu saya melihatnya, memang benar itu dia."

"Saat saya mulai berbicara dengannya, dia memasang ekspresi wajah yang sama persis dengan wajah Saddam dalam buku yang selama bertahun-tahun ada di meja saya. Kejadian itu melampaui mimpi."

Nixon kemudian mengemban peran sebagai interogator dan orang pertama yang menanyai Saddam Hussein secara panjang lebar selama berhari-hari.

"Saya harus mencubit diri saya sendiri ketika menyadari bahwa saya menanyai orang yang paling dicari di dunia. Seperti tidak masuk akal," kata Nixon.

Nixon, yang menulis buku berjudul Debriefing the President: The Interrogation of Saddam Hussein, menggambarkan mendiang Saddam sebagai pribadi yang "sarat dengan kontradiksi".

Nixon mengaku melihat 'sisi manusia' Saddam Hussein, kontras dengan potret diri Saddam yang disampaikan media-media di AS.

"Dia adalah salah satu individu paling berkarisma yang saya pernah temui. Ketika dia sedang ingin, dia bisa mengesankan, baik, lucu, dan santun."

Namun, Saddam juga bisa menunjukkan sisi kelam. Menurut Nixon, Saddam sebagai orang yang kasar, arogan, serta menyeramkan ketika habis kesabaran.

"Ada dua atau tiga kesempatan ketika pertanyaan saya membangkitkan sisi buruknya," ujar Nixon.

Ketika dia sedang diinterogasi, Hussein duduk di kursi lipat yang terbuat dari logam di sebuah ruangan yang kecil dan gelap. Hanya ada Nixon, seorang juru tes polygraph, dan seorang penerjemah di ruangan itu.

Bagaimanapun, Nixon mengatakan sang mantan pemimpin Irak itu adalah seorang yang narsis. "Dia menyukai interaksi yang dia dapatkan dengan berbicara kepada saya."

Seusai sesi interogasi pertama, manakala Nixon berupaya menjalin keakraban dengan Saddam Hussein agar yang bersangkutan mau bekerja sama, Saddam mengatakan dia menikmati percakapan tersebut.

"Dia telah bersembunyi selama berbulan-bulan dan tidak banyak bercakap-cakap," kata Nixon.

Keadaan awal itu merupakan hal yang positif, namun keesokan harinya Saddam "menjadi lebih curiga".

"Dia adalah salah satu orang yang paling banyak menaruh curiga yang saya pernah temui. Setiap pertanyaan yang saya ajukan, dia balas bertanya."

Nixon mengaku CIA tidak punya banyak hal untuk ditawarkan kepada Saddam agar dia berbicara.

"Kami harus mengingatkan bahwa ucapan dan pandangan-pandangannya akan dicatat sejarah dan didengarkan oleh penguasa-penguasa tertingi di dunia," kata Nixon.

Ada beberapa topik yang diharuskan oleh CIA untuk ditanyai ke Saddam, namun selain topik-topik tersebut, Nixon boleh menanyakan apa saja.

"Saya tahu saya harus berupaya mendapat jawaban. Selama bekerja untuk dinas (CIA), Anda diajarkan bagaimana menarik keterangan dari narasumber dan membuat mereka menjadi aset yang berpotensi. Namun, Anda harus sangat berhati-hati karena Anda tidak ingin muncul risiko kegagalan menarik informasi penting dengan menyentuh topik tertentu menggunakan cara yang salah," papar Nixon.

Topik paling penting yang harus diketahui dari Saddam adalah keberadaan senjata pembunuh massal (WMD).

Amerika Serikat dan Inggris tekah memakai tuduhan Irak memiliki WMD sebagai alasan utama untuk melancarkan perang.

"Hanya itu yang ingin diketahui Gedung Putih," kata Nixon.

Namun, dari percakapannya dengan Saddam, Nixon mencapai kesimpulan bahwa mantan pemimpin Irak itu telah menghentikan program nuklir negara tersebut beberapa tahun sebelumnya dan tidak berniat memulainya kembali.

Pandangan itu yang membuat Nixon dan kolega-kolegannya dianggap sebagai "kegagalan".

Nixon tidak diundang untuk menjelaskan Presiden George W Bush sampai lima tahun kemudian, pada 2008, menyusul temuan berbeda mengenai Saddam Hussein dari Biro Investigasi Federal (FBI).

Nixon jelas mencerca Presiden Bush. Bahkan, menurutnya, sebagai orang yang pernah menjabat tangan Bush dan Saddam, dia memilih menghabiskan waktu dengan mendiang Saddam.

Kata Nixon, Presiden Bush "terisolasi dari kenyataan" bersama para penasihat yang "mengelilinginya dan mengangguk tanda sepakat".

"Saya dulu berpikir bahwa apa yang kita katakan di CIA berguna dan presiden akan mendengar. Namun, tidak penting apa yang kita katakan, politik melampaui intelijen."

Nixon mengaku "malu" atas apa yang terjadi di Irak sejak penggulingan Saddam Hussein. (bbcindonesia.com)

Berbekal dua gol tanpa balas, Tottenham Hotspur mengandaskan upaya Chelsea untuk mencetak 14 kemenangan beruntun.

Dua gol Spurs—julukan Tottenham Hotspur—diciptakan Dele Alli sesaat sebelum babak pertama berakhir dan ketika babak kedua baru berjalan sembilan menit.

Hasil tersebut mendongkrak Spurs dari peringkat lima klasemen sementara Liga Primer ke peringkat tiga dengan mengantongi 42 poin atau terpaut tujuh poin dari Chelsea yang masih mantap sebagai pemuncak klasemen.

Pada saat bersamaan, kemenangan Spurs menggusur Manchester City dan Arsenal dari tiga besar klasemen.

"Ini merupakan kemenangan besar, tiga angka yang sangat penting untuk mengurangi kesenjangan dari pemimpin klasemen. Pertandingan berjalan sangat keras, kami bermain menghadapi salah satu tim terbaik di Eropa sehingga nilai kemenangan ini sangat tinggi," ujar manajer Spurs, Mauricio Pochettino.

Di lain pihak, manajer Chelsea, Antonio Conte, dan anak-anak asuhannya kecewa tidak bisa meraih 14 kemenangan beruntun sehingga gagal memecahkan rekor kemenangan terpanjang di Liga Primer yang dicetak Arsenal pada musim 2001-2002 dan 2002-2003.

Meski demikian, posisi Chelsea masih nyaman lantaran terpaut lima angka dari Liverpool yang berada di posisi kedua.

"Tidak mudah bermain melawan Tottenham. Tapi kami bermain dengan kepribadian baik untuk menciptakan peluang demi menciptakan gol, walau kami tidak bisa meraihnya. Aneh bagi kami kebobolan karena kami bertahan dengan baik dan mereka dalam momen yang krusial. (Gol tercipta) pada akhir babak pertama dan kemudian pada babak kedua setelah kami luput dari kesempatan mencetak gol, namun ini bisa terjadi," papar Conte.

Pada pertandingan berikutnya, 14 Januari mendatang, Chelsea berpeluang memperlebar jarak dengan Liverpool dan Spurs mengingat the Blues—julukan Chelsea—akan bertandang ke Leicester City yang kini menduduki peringkat 15. Adapun Liverpool bakal bertandang ke Old Trafford, markas Manchester United. (bbcindonesia.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net