News

You are here:Home News

Salah satu taipan terkenal Korea Selatan, Lee Jae-yong, berada di pusat penahanan sambil menunggu keputusan apakah perlu ditangkap dalam kasus dugaan suap.

Bos industri elektronik raksasa Samsung itu dituduh memberi jutaan dolar kepada seorang teman dekat Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye.

Hakim akan mengambil keputusan, Kamis (19/01), dan jika penangkapannya disetujui maka dia bisa ditahan selama tiga pekan sebelum didakwa secara resmi.

Samsung merupakan konglomerat terbesar Korea Selatan yang memiliki pendapatan setara dengan seperlima PDB negara.

Lee dituduh memberi sumbangan kepada yayasan nirlaba pimpinan Choi Soon-sil, teman kepercayaan Presiden Park yang kini sudah didakwa, untuk mendapatkan kemudahan dari pemerintah.

Pria berusia 48 tahun itu menjabat sebagai Wakil Ketua Samsung Electroncis namun sejak ayahnya menderita serangan jantung tahun 2014 lalu, Lee yang dilihat sebagai orang nomor satu Samsung.

Upaya pemakzulan Presiden Park

Walau mengaku memberi sumbangan, Samsung membantah keras bahwa sumbangan dimaksudkan untuk mendapatkan imbal balik dari pemerintah.

Choi Soon-sil dianggap sering memberi nasehat kepada Presiden Park maupun mendapat akses atas naskah pidato kenegaraan walau tidak menduduki jabatan resmi di pemerintahan.

Bulan November 2016 lalu, dia dikenai berbagai dakwaan, antara lain penyalahgunaan wewenang, pemaksaan, upaya pemaksaan, dan upaya penipuan. Saat ini sidangnya sedang berlangsung.

Dakwaan atasnya terpusat pada tuduhan bahwa dia menggunakan hubungan dekat dengan presiden untuk menggalang dana jutaan dolar bagi dua yayasan miliknya.

Presiden Park sendiri sudah mundur untuk sementara waktu dari pemerintahan sehari-hari dan menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi dalam upaya pemakzulannya yang disetujui parlemen. (bbcindonesia.com)

Manchester United menjadi klub sepak bola pertama di Liga Primer yang mengangkat manajer yang secara khusus bertanggung jawab atas masalah keamanan dan antiterorisme.

Jabatan tersebut diisi oleh mantan inspektur yang sebelumnya bekerja di kepolisian wilayah Manchester di unit khusus pencarian dan penggeledahan.

Tidak ada penjelasan rinci mengenai pos baru tersebut, namun sejumlah laporan media di Inggris menyebutkan bahwa pengangkatan manajer antiteror tak lepas dari upaya untuk meningkatkan pengamanan di markas United di Old Trafford.

Antara lain dikatakan bahwa United sebagai salah satu klub papan atas dunia bisa menjadi sasaran serangan.

Sejak serangan di Paris pada November 2015 -yang antara lain menjadi stadion nasional sebagai sasaran- United meningkatkan pengamanan di kompleks stadion Old Trafford.

Mobil-mobil diperiksa sebelum masuk ke area parkir dan para penonton juga digeledah ketika berada di dalam stadion.

Pada Mei 2016 pertandingan melawan Bournemouth di lanjutan Liga Primer harus ditunda dan para penonton diminta meninggalkan tempat menyusul laporan ada bom di dalam stadion. Setelah dilakukan pencarian, barang yang diduga bom tersebut ternyata palsu.

Bom palsu di toilet ini tak sengaja ditinggal saat dilakukam latihan pengamanan beberapa hari sebelumnya.

Beberapa bulan berikutnya, tepatnya pada November, dua pendukung bersembunyi di toilet untuk bisa menonton pertandingan melawan Arsenal. Keduanya ditemukan dan akhirnya diserahkan ke polisi.

Di Inggris saat ini muncul wacana untuk mengubah undang-undang agar pengelola stadion dan pusat-pusat hiburan wajib mengikuti pelatihan antiterorisme. (bbcindonesia.com)

Jumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat yang berencana untuk memboikot pelantikan Presiden terpilih Donald Trump di Capitol AS pada 20 Januari nanti terus meningkat.

Lebih dari 50 politikus Demokrat di parlemen menyatakan menolak untuk hadir dalam pengambilan sumpah Trump sebagai presiden AS ke-45 terkait perselisihan antara presiden terpilih itu dan aktivis hak-hak sipil dan anggota Kongres, John Lewis.

Inilah empat hal yang mungkin Anda tak terlalu sadari tentang aksi bokiot -yang terus meningkat- terhadap upacara pelantikan Presiden terpilih Donald Trump pada 20 Januari nanti.


Mengapa ada boikot?

John Lewis adalah figur perjuangan hak-hak sipil AS yang sangat dihormati, dan tokoh perjuangan 1960 terakhir yang masih hidup. Ia memicu kontroversi pada Jumat lalu ketika menyebut kemenangan Trump tidak absah karena dugaan keterlibatan Rusia dalam pemilihan presiden.

Presiden terpilih membalas di Twitter, menyerang anggota parlemen dari Georgia sebagai orang yang "hanya bicara, bicara, bicara - tidak ada tindakan atau hasil," yang memicu gelombang kemarahan dari orang-orang yang mengatakan tokoh berusia 76 tahun itu sudah membuktikan perjuangannya selama ini dengan tindakan nyata lebih dari siapa pun.

Puluhan anggota Kongres telah mengumumkan mereka akan meluputkan acara pelantikan.

"Saya tidak akan merayakan orang yang mengkhotbahkan politik perpecahan dan kebencian," Keith Ellison dari Minnesota bercuit.

"Absen dari pelantikan. @RepJohnLewis pahlawan hak-hak sipil. Tanggung jawab yang sangat besar untuk menjadi POTUS (President of the United States). Saya menghormati jabatan itu, tapi tidak bisa mentolerir sikap tidak hormat," anggota parlemen yang mewakili Maryland Anthony G Brown juga bercuit.

Jumlah yang memboikot bertambah lebih dari 40 selama liburan Martin Luther King, tapi itu tidak membuat Trump berhenti menyerang ikon hak-hak sipil John Lewis.

Presiden terpilih itu pada Selasa (17/1) bercuit bahwa Lewis telah memberikan pernyataan palsu bahwa ini akan merupakan pertama kalinya ia absen dari pelantikan presiden sejak terpilih di Kongres pada tahun 1987.

"SALAH (atau dusta)!" Trump bercuit, dan mengatakan Lewis juga meluputkan pelantikan George W Bush pada tahun 2001.

Kantor Lewis mengukuhkan bahwa ia memang meluputkan upacara pelantikan Bush. "Ketidakhadirannya pada saat itu juga merupakan suatu pernyataan," kata juru bicaranya Brenda Jones.

"Dia tidak percaya hasil pemilihan itu, termasuk kontroversi di sekitar hasil di Florida dan intervensi yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Mahkamah Agung AS."


Pernahkah hal ini terjadi sebelumnya?

Anthony Zurcher, BBC News, Washington:

Meskipun segala sesuatu terkait dengan Presiden Donald Trump tampaknya belum pernah terjadi sebelumnya, ini bukan pertama kalinya partai oposisi memboikot pelantikan presiden dalam jumlah yang cukup besar.

Menurut sejarawan Brooks Simpson dari Arizona State University, 80 anggota parlemen absen dari upacara pengambilan sumpah Richard Nixon tahun 1973.

John Lewis, anggota Kongres yang lantang mengritik Trump dan berencana untuk tinggal di rumah pada hari pelantikan Jumat mendatang, juga absen dari acara pengambilan sumpah George W Bush tahun 2001, bersama dengan sejumlah anggota Kongres dari Kaukus Kulit Hitam.

Memang tak ada yang bisa dibandingkan dengan sorotan media saat ini yang sangat gencar, dan liputan atas protes politisi saat ini makin diperkuat oleh reaksi cepat akun Twitter Donald Trump terhadap kritik.

Seperti halnya sikap pembangkangan partisan lain, ada risiko bahwa hal ini justru akan menyebabkan para pendukung Partai Republik bersatu mendukung presiden mereka yang sedang jadi bulan-bulanan.

Pada titik ini - dengan kaum konservatif memegang kekuasaan di Washington, DC - persatuan partai mungkin merupakan faktor yang paling penting dalam apakah Partai Republik akan berhasil memberlakukan agenda kebijakan mereka.

Kendati pertunjukan boikot pelantikan mungkin bisa menjadi momen menyenangkan bagi kaum liberal dengan sejumlah agenda politik mereka, ke depannya keberhasilan mereka akan tergantung pada bagaimana menemukan cara untuk memecah politikus Partai Republik, bukan justru membuat mereka menemukan momentum untuk makin memperkuat diri.


Adakah yang lain yang turut membokot?

Diperkirakan antara 800.000 hingga 900.000 orang akan membanjiri ibukota negara pada hari Jumat untuk pelantikan, tetapi tidak jelas apakah mereka akan berada di sana dalam perayaan atau protes, kata para pejabat.

Pelantikan Presiden Barack Obama delapan tahun lalu menarik 1,8 juta orang untuk datang ke Washington turut merayakan pengambilan sumpah.

'Tingkat antusiasme' dan permintaan kamar hotel belum mencapai tingkat seperti pelantikan sebelumnya, menurut Elliott Ferguson, presiden Destination DC, sebuah biro konvensi dan pariwisata Washington .

Justru sebaliknya, beberapa hotel malah mengurangi persyaratan minimum menginap dari empat malam menjadi hanya dua malam.

Hotel-hotel lain hanya terisi 50%, tapi hotel kelas atas ternyata mendapatkan pemesanan lebih, tambahnya.

"Ini jauh, jauh lebih rendah dari yang diperkirakan orang untuk suatu pelantikan presiden di masa jabatan pertama," kata Ferguson pula.

Pelantikan Trump terjadi di tengah apa yang tampak sebagai perpecahan Amerika setelah pemilihan presiden.

Meskipun Trump menyapu electoral college, lawannya, Hillary Clinton memenangkan suara populer dengan keunggulan hampir 2,9 juta pemilih.


Bagaimana angka dukungan pada Trump?

Jajak pendapat baru-baru ini juga menunjukkan tingkat dukungan paling rendah dalam sejarah untuk suatu transisi kepresidenan.

Sebuah jajak pendapat terbaru ABC News/Washington Post menunjukkan bahwa hanya 40% orang Amerika melihat Trump secara positif dibandingkan dengan 79% pendapat postitif terhada Presiden Obama pada tahun 2009.

Sebuah survei CNN/ORC dirilis pada hari Selasa juga menunjukkan Trump hanya mendapat 40% peringkat persetujuan dibandingkan dengan 84% yang diperoleh Obama pada tahun 2009.

Sebuah jajak pendapat Gallup yang dilakukan dua minggu sebelum pelantikan menemukan 51% responden tidak setuju pada cara Trump menangani transisi presiden dibandingkan dengan 44% yang setuju.

Tapi presiden terpilih itu pada Selasa menepis jajak pendapat sebagai 'palsu' dan 'dicurangi,' dan bersikeras bahwa 'orang-orang berbondong-bondong datang ke Washington dalam jumlah yang memecahkan rekor.'

Sekitar 200.000 orang juga diperkirakan berkumpul di Washington sehari sesudah pelantikan untuk acara Pawai Perempuan di Washington.

Hampir 200 organisasi dan kelompok aktivis menyatakan akan mendukung pawai akar rumput itu.

Acara itu diselenggarakan sebagai unjuk rasa untuk kesetaraan ras dan jenis kelamin, layanan kesehatan terjangkau, hak aborsi dan hak bersuara - masalah yang dirasakan berada di bawah ancaman dari kepresidenan Donald Trump. (bbcindonesia.com)

Pemerintah Australia, Rabu (18/1/2017), untuk pertama kalinya menunjuk seorang warga aborigin menjadi menteri.

Ken Wyatt ditunjuk menjadi menteri urusan manula dan kesehatan suku asli dalam "reshuffle" kabinet yang dilakuan PM Malcolm Turnbull menyusul mundurnya menteri kesehatan akibat skandal biaya perjalanan.

Wyatt adalah warga Aborigin pertama yang terpilih duduk di majelis rendah Australia pada 2010 dan pernah menjadi wakil menteri kesehatan.

"Ken pernah menjadi warga asli pertama yang duduk di parlemen dan orang pertama yang menjadi pejabat eksekutif di  pemerintahan," kata PM Turnbull.

"Kini Ken menjadi warga asli pertama yang menjadi menteri di kabinet pemerintah," ujar Turnbull kepada jurnalis di Sydney.

"Pengetahuan dan pengalamannya yang luas sebagai pejabat publik dalam hal kesehatan ditambah masa kerjanya sebagai wakil menteri, membuatnya menjadi pilihan ideal," Turnbull menegaskan.

Wyatt, yang lahir di Australia Barat, adalah seorang mantan guru yang fokus bekerja di bidang kesehatan dan pendidikan bagi warga suku Aborigin.

Dengan mengenakan jubah kulit kanguru, di hadapan anggota parlemen, Wyatt memberikan pidato pertamanya sebagai menteri.

Dia mengisahkan masa mudanya yang sederhanya mulai dari menangkap kelinci saat masih anak-anak hingga menjadi buruh.

"Pendidikan adalah hal utama yang menghasilkan kesuksesan saya," ujar Wyatt.

Wyatt mengatakan, warga asli Austraklia harus diberdayakan untuk mencari solusi terbaik bagi diri mereka sendiri.

Dia juga menyerukan peningkatan jumlah wakil suku Aborigin di parlemen Australia. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net