News

You are here:Home News


Sebuah kabar menarik datang dari kompetisi kasta keempat Italia Serie D. Seorang pemain bernama Giovanni Liberti dihukum larangan bermain sebanyak lima laga karena dituduh mengencingi suporter tim lawan!

Dilansir The Sun, ofisial keempat laga antara klub yang dibela Liberti, Turris melawan Sarnese memergoki pemain 21 tahun itu melakukan tindakan mencurigakan saat pertandingan terhenti.

Liberti dianggap bersalah karena kencing di depan tribun yang dipenuhi suporter Sarnese, serta melakukan gerakan vulgar dengan alat vitalnya.

Meski demikian, hukuman ini ditentang oleh kubu Turris lewat presiden mereka, Antonio Colantonio yang menegaskan bahwa Liberti sejatinya tengah menenggak minuman di pinggir lapangan.

"Sayangnya, sekali lagi, kami dihadapkan pada ketidakadilan. Pemain kami Liberti jelas tidak melakukan apa yang dituduhkan," tegas Colantonio di laman Facebook resmi Turris.

"Sebenarnya di area pemanasan ada air minum dekat dengan tembok dan sang pemain, yang siap masuk lapangan meminumnya dan merapikan bajunya, di mana sesuai aturan harus dimasukkan ke celananya," lanjut Colantonio.

"Hal serius adalah dalam bukti dukungan untuk hukuman ini hanyalah pernyataan dari asisten wasit yang berdiri di sisi seberang dari lapangan. Tim tamu mengkonfirmasi kepada kami bahwa pemain kami tidak melakukan hal tersebut. Saya kecewa dengan keputusan dari komisi disiplin, dan kami akan melakukan banding," tandasnya.

Hmm, ada-ada saja ya, Bolaneters. (bola.net)

Polri menangkap enam orang yang diduga sebagai anggota sindikat uang palsu. Penangkapan ini diklaim kepolisian memutus rantai kejahatan peredaran uang palsu.
Namun, seorang pengamat ekonomi menegaskan kondisinya tidak segampang itu: sindikat dapat muncul kembali dengan cepat.
Menurut pengamat ekonomi, Drajat Wibowo, meskipun proporsi peredaran uang palsu saat ini terus mengalami penurunan, kalau pelaku "tidak digencet dari awal, peredaran akan bisa terjadi lagi dengan cepat."

"Uang palsu ini seperti api di hutan yang kering. Tahu-tahu beredar banyak sekali. Apalagi kalau tekanan dari pendekatan hukum dilonggarkan, sindikat akan merasa bebas dan tumbuh eksponensial," kata Drajat kepada BBC Indonesia, Rabu (18/10).
Menurutnya, tidak gampang memberantas sindikat uang palsu di Indonesia, karena berbagai tindak kriminal lain yang terkait dengan uang palsu, "tumbuh subur di Indonesia", misalnya narkoba dan berbagai kasus pencucian uang.

Sebelumnya Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap enam orang yang disebut sebagai anggota sindikat uang palsu. Pelaku berinisial S, M, RS, GK, T dan AR itu ditangkap di berbagai kota di Jawa Barat dan Jawa Timur. Peran mereka pun beragam, mulai dari pemberi modal, pembuat hingga pengedar.
Saat konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Rabu (18/10), Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Agung Setya, menyebut dari tangan pelaku disita barang bukti 373 lembar uang palsu nominal Rp100.000 lama dan "uang palsu senilai Rp400 juta yang telah dibakar terduga pelaku, menjelang penggerebekan pabriknya di Bangkalan, Madura, Jawa Timur".

Dengan penangkapan tersebut, Brigjen Pol. Agung menyebut "sindikat uang palsu pasti akan banyak berkurang." Dia menambahkan, "Kalau kita sudah bisa menemukan siklus pembuat uang palsu ini dari pembuat sampai pengedarnya, saya rasa rantai ini akan memutus banyak, peredaran uang palsu bisa kita hentikan."
Ancaman hukuman seumur hidup
Terkait pernyataan Drajat Wibowo, bahwa untuk menangani masalah uang palsu, hukum harus ditegakkan dengan kuat, Polri menegaskan itu akan dilakukan. Keenam pelaku disebut Brigjen Pol. Agung akan dikenaikan pasal 36 dan 37 Undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang.
"Ancaman hukumannya bisa sampai seumur hidup. Kita mengharapkan ini bisa menimbulkan efek jera pada pelaku, atau orang yang ingin melakukan pemalsuan," tutur Brigjen Pol. Agung.

Meskipun begitu, penegakan hukumnya tetap diragukan Drajat Wibowo, karena "setahu saya belum pernah ada vonis seumur hidup (yang dijatuhkan) pada kasus seperti ini, karena memang mereka baru pengedar relatif kecil."
Bagaimanapun, Bank Indonesia menegaskan jumlah uang palsu yang beredar di Indonesia terus mengalami penurunan. Tahun ini, jumlahnya 'hanya' lima lembar uang palsu untuk setiap satu juta lembar uang asli.
"Tahun lalu itu sekitar 100 lembar uang palsu untuk setiap sejuta lembar yang asli. Tahun sebelumnya lagi, 200-an," tutur kepala grup penyelenggara pengelolaan keuangan Bank Indonesia, Luctor Tapiheru, di Bareskrim Polri, Rabu (18/10).

Namun, Luctor mengakui masalah uang palsu ini tidak dapat disepelekan, karena "seperti fenomena gunung es". Yang terlihat hanya di permukaan, tetapi yang belum terungkap bisa saja jauh lebih banyak.
Luctor menyebut, sepanjang tahun 2017, telah diamankan sekitar 80.000 lembar uang palsu. Sindikat yang baru saja ditangkap oleh Bareskrim Polri hanya memproduksi sekitar 6% dari total uang palsu yang beredar sepanjang tahun ini.
'Takut menyinggung perasaan'
Bank Indonesia menilai metode tiga-D, untuk mengecek keaslian uang kertas: dilihat, diraba, diterawang, 'masih sangat efektif' untuk diterapkan masyarakat. Sambil memegang uang palsu yang dibuat sindikat yang baru saja ditangkap Polri, Luctor berucap, "Ini saya raba saja, saya langsung tahu palsu."

Meskipun begitu, sejumlah pedagang mengaku kesulitan untuk menerapkan metode ini. Misalnya Anton, seorang pedagang kain di pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Menurutnya, "tidak mungkin mengecek uang satu persatu. Kadang pelanggan kita jadi tersinggung. Jadi, ya Bismillah saja."
Alhasil, dia baru mengecek keaslian uang, meskipun sempat meragukannya, setelah pelanggan pergi. Dia mengisahkan, di suatu waktu, dia baru tahu uang yang diterimanya itu palsu saat dia akan menyetorkannya secara tunai lewat anjungan tunai mandiri (ATM). "Yang lainnya bisa masuk, yang satu ini tidak bisa. Dicoba beberapa kali, tidak bisa, ternyata palsu."

Luctor menegaskan, untuk kasus seperti yang dialami Anton, "dia memang tidak bisa langsung menuding teman bertransaksinya memberikan uang palsu. Itu bisa bahaya. Tapi dia bisa sama-sama datang ke bank, deteksi bersama. Kalau di bank biasa tidak percaya, datang ke BI."
Dia pun menambahkan, untuk ke depannya peredaran uang palsu akan dapat terus ditekan, karena uang kertas baru yang dikeluarkan Bank Indonesia, diklaim "jauh lebih sulit untuk dipalsukan. Bahkan sampai sekarang belum ditemukan uang baru itu yang dipalsukan". (bbcindonesia.com)

Registrasi mandiri kartu prabayar dengan mengirimkan SMS secara mandiri berlaku untuk tiga nomor dari operator yang sama. Sementara untuk nomor keempat dan seterusnya, mesti mendaftar langsung ke gerai operator.

Hal ini disampaikan oleh Ahmad Ramli, Direktur Jendral Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kemenkominfo. Menurutnya, proses registrasi yang lebih rumit untuk nomor ke-4 dan seterusnya bukan untuk membatasi pengguna.

"Kita tidak melarang mereka punya lebih dari tiga (nomor). Pada dasarnya kita tidak ingin membatasi pengguna," jelas Ramli saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Rabu (18/10).

Meski demikian, ia mempertanyakan alasan pengguna yang perlu menggunakan lebih dari tiga nomor. Itulah mengapa untuk nomor ke-4 dan seterusnya pengguna perlu mendaftarkannya lewat gerai operator.

Dengan demikian, dengan total enam operator telekomunikasi (Telkomsel, Indosat, XL, Tri, Smartfren, Bolt) yang beroperasi, pengguna punya 18 kali kesempatan mendaftarkan diri secara mandiri dengan enam operator berbeda itu.

Sebelumnya, hal serupa juga sempat dilontarkan oleh pihak operator telekomunikasi. "Sesuai Peraturan Menteri dari pemerintah, maka self registration dengan NIK yang sama adalah max 3 nomor," jelas Tri Wahyuningsih, General Manager Corporate Communication XL Axiata saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (15/10)

Namun, Ayu menambahkan kalau hal ini bukanlah bentuk pembatasan kepemilikan nomor ponsel. "Tidak ada pembatasan, hanya mekanismenya yang berbeda," tambahnya lagi. (cnnindonesia.com)

Odense - Indonesia meloloskan dua wakil ganda putra ke babak kedua Denmark Terbuka Super Series Premier. Mereka adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi.

Kevin/Marcus melewati babak pertama setelah mengalahkan pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, di Odense Sports Park, Rabu (18/10/2017). Unggulan kedua di nomor ganda putra itu menang rubber-game dengan skor 21-16, 19-21, dan 21-10.

Kevin/Marcus selanjutnya akan menghadapi wakil tuan rumah, Mathias Christiansen/David Daugaard. Kedua pasangan tercatat belum pernah bertemu.

Pada pertandingan lainnya, Angga/Ricky mengatasi perlawanan pasangan China, He Jiting/Tan Qiang, dua game langsung dengan skor 21-14, 21-18. Unggulan kedelapan itu akan ditantang Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin (Taiwan) di babak kedua.

Dari nomor tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting langsung kandas di babak pertama. Anthony dikalahkan unggulan teratas asal Korea Selatan, Son Wan Ho, dengan skor 23-21, 17-21, dan 17-21.

"Saya memang sempat leading dan terkejar lawan, karena saat unggul itu saya selalu berinisiatif untuk menyerang dan tidak mengangkat shuttlecock. Tetapi Son sudah membaca hal ini. Secara keseluruhan, saya sebetulnya tidak terlalu kecewa dengan penampilan saya hari ini, karena kemampuan saya lumayan bisa keluar semua, sedikit kecewanya saat sudah memimpin tetapi malah kehilangan poin beruntun," ujar Anthony kepada badmintonindonesia.org.

Saat ditanya soal evaluasi penampilannya, Anthony mengatakan bahwa ia harus lebih siap dari segi mental dan pikiran.

"Di beberapa turnamen terakhir, yang saya lakukan adalah lebih disiapin mentalnya. Kalau teknik main itu tergantung kondisi di lapangan. Tetapi persiapan mental pikiran bisa dari malam sebelum bertanding. Kalau sudah siap, mau capek, mau usaha, istilahnya waktu masuk lapangan, lawan mau main apa saja ya saya ladeni," jelas pemain jebolan klub SGS PLN Bandung ini.

Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu juga tak bisa melangkah jauh. Greysia/Apriyani kalah dari Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto (Jepang) dengan skor 14-21, 21-18, dan 20-22. (detik.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM