News

You are here:Home News

DARWIN - Seorang kakek berusia 72 tahun bertarung melawan beberapa ekor buaya dengan cara melemparkan kunci pas dan busi untuk menyelamatkan rekannya yang tenggelam setelah kapal mereka terbalik di dekat Darwin, Australia.

Pertarungan melawan seekor buaya ini berawal ketika dua pria asal Victoria ini mencari kepiting di perairan sekitar 38 kilometer barat laut Darwin Selasa pagi (17/5/2016).

Di saat mereka sedang berusaha menaikan sejumlah keranjang berisi kepiting ke perahu kecil mereka itu, tiba-tiba seekor buaya menyerang dan menenggelamkan kapal. 

Alhasil, kedua pria ini terlempar ke dalam air yang dipenuhi buaya.
 
Salah seorang pria itu berhasil naik ke atas perahu yang terbalik, namun temannya terjebak di bagian bawah perahu tersebut.
 
Selama tiga jam berikutnya, pria yang berada di atas kapal berusaha keras mengusir pergi buaya-buaya yang jumlahnya semakin bertambah.
 
"Dia menggunakan kunci pas dan busi untuk mengusir buaya-buaya di teluk tersebut," kata petugas dari CareFlight, Ian Badham.
 
Sekelompok pencari kepiting lainnya kemudian mendengar teriakan pria tersebut. Nelayan itu kemudian datang menyelamatkan kedua pria tersebut.
 
Kedua pria itu diterbangkan helikopter penyelamat CareFlight ke Rumah Sakit Royal Darwin setelah sempat dirawat dalam perjalanan menuju pantai.  "Mereka menderita syok berat, dehidrasi dan terpapar sinar matahari," kata Badham. (kompas.com)

NEW DELHI — Sebuah kamera pemantau (CCTV) merekam sebuah kejadian luar biasa di India ketika seekor sapi melindungi seorang gadis yang diserang ayah dan pamannya dalam sebuah kasus "pembunuhan kehormatan".

Polisi mengatakan, gadis itu diserang di sebuah penampungan perempuan di Gwalior, kota terbesar di negara bagian Madhya Pradesh, India.

Dalam video itu, terlihat kedua pria itu mencengkeram tubuh gadis itu. Sementara itu, seekor sapi mencoba menghalangi kedua pria itu sebelum menyerang mereka.

Akibat amukan si sapi itu, salah seorang pria tersebut terluka. Demikian dilaporkan harian The Hindustan Times.

Sayangnya, upaya sapi tersebut gagal menyelamatkan nyawa si gadis yang akhirnya tewas ditikam kedua tersangka, Kalyan Singh dan Lakhan Singh.

Kedua pria itu langsung kabur setelah berhasil menuntaskan "pekerjaan" mereka.

Menurut keterangan polisi, orangtua sang gadis berang ketika putri mereka memilih kawin lari dengan pria berusia 22 tahun bernama Sonu pada Januari lalu.

Polisi kemudian menangkap dan memenjarakan Sonu setelah menerima laporan dari ayah gadis itu.

Meski demikian, gadis tersebut menolak pulang ke kediamannya di desa Pahadigaon, distrik Morena, Madhya Pradesh. Akhirnya, sesuai perintah pengadilan, gadis itu dikirim ke sebuah penampungan milik pemerintah.

Beberapa lama tinggal di fasilitas pemerintah, dia kemudian dipindahkan ke rumah penampungan milik sebuah LSM, tempat dia kemudian dibunuh. (kompas.com)

Rambut merupakan aset yang harus dijaga karena menunjang penampilan, khususnya bagi pekerja aktif

Namun, seringkali banyak masalah rambut yang membuat penampilan kurang maksimal.

Terdapat 3 Masalah utama pada rambut yaitu Rambut Rusak, Rambut Rontok dan Rambut Ketombe.

Untuk mendapatkan solusi masalah rambut, kamu harus mengenali akar masalah rambutmu.

Penyebab masalah rambut bisa karena:

     Gaya hidup yang tidak sehat (merokok, pola makan yang tidak teratur, terlalu banyak makanan berminyak, kurang tidur)

     Kebiasaan buruk pada rambut (sering mencatok atau mengeringkan rambut dgn hair dryer, menyisir rambut saat masih basah, sering terpapar matahari secara langsung, sering mengganti warna rambut)

     Stress

     Kurangnya asupan protein, zat besi, dan vitamin

 

Kamu masih bingung dengan solusi masalah rambutmu? Rudy Hadisuwarno Cosmetics punya solusi ampuh atasi masalah rambutmu.

Segera ikuti kompetisi Hair Talk dari Rudy Hadisuwarno Cosmetics.

Apakah kamu Team Rambut Rusak? Rontok? Atau Ketombe?

Share masalah rambutmu di Instagram atau Twittermu, sertakan hashtag yang sesuai dengan permasalahan rambutmu. Apakah kamu #TeamRambutRusak #TeamRambutRontok atau #TeamRambutKetombe

Temukan solusi masalah rambutmu dan dapatkan hadiah Camera Ckeyin Sports, Voucher MAP, dan Paket Produk dari Rudy Hadisuwarno Cosmetics

Klik www.rudyhadisuwarnocosmetics.com untuk info lebih lanjut.

 

Jadi, tidak perlu khawatir lagi dengan masalah rambutmu, kamu siap tampil percaya diri dengan Rudy Hadisuwarno Cosmetics, karena Rambutmu, Asetmu!

NEW DELHI - Desa Bharadpur yang terletak di negara bagian Karnataka, India memiliki keunikan tersendiri.

Warga desa ini memiliki nama-nama yang merupakan gabungan unik dari berbagai nama yang ada di dunia.

Selama beberapa dekade, warga daerah ini memulai ritual penamaan anak-anak dengan menggunakan berbagai frasa sehari-hari hingga nama-nama selebriti.

Selama beradab-abad, suku Hakki Pikki hidup terisolasi di sebuah hutan di wilayah tengah India.

Namun, akibat urbanisasi dan meningkatnya jumlah penduduk, keterisolasian dan kehidupan nomaden warga suku itu berubah selamanya.

Terlempar ke kehidupan baru dan lingkungan yang padat, sejumlah warga suku ini meninggalkan semua kebiasaan lama mereka.

Namun, sebagian besar warga Hakki Pikki berusaha beradaptasi dan malah mencoba menciptakan sebuah budaya hybrid.

Di abad ke-19, saat masih tinggal di dalam hutan, suku Hakki Pikki adalah pemburu hebat dan memberi nama para pahlawan besar untuk anak-anak mereka.

Ratusan tahun kemudian, situasi berubah. Suku ini sudah berpindah lebih jauh ke selatan dan menjadi pencuri untuk bertahan hidup di dunia yang berubah. Seketika, Hakki Pikki dikenal sebagai suku yang sangat piawai dalam urusan mencuri.

Dalam sebuah upaya untuk menghilangkan stigma sebagai suku pencuri, pada 1970-an, para orangtua Hakki Pikki member nama anak-anak mereka dengan istilah-istilah yang sedang populer di dunia saat itu.

Maka muncul nama-nama baru dan tak lazim semacam Coke, Pistol, British dan Compound.

Pada dekade 1980-an, cara menamai anak ikut berubah. Suku ini mulai mengadopsi nama selebriti dunia hingga makanan kesukaan mereka bahkan nama lapangan tempat anak-anak mereka bermain.

Kini warga desa itu memiliki nama-nama lucu mulai dari Google, High Court, Mysore Park, Congress, North Korea, Government, South Korea, Sugar, Coffee dan Military.

Bahkan pengadilan setempat memberi izin para orangtua Hakki Pikki memberikan nama-nama aneh untuk anak mereka.

Alhasil, dalam surat izin mengemudi, paspor, KTP hingga kartu pemilih untuk pemilu dihiasi nama-nama lucu dan unik.

Jadi sangat mungkin terjadi di desa kecil di India ini, North Korea dan South Korea duduk berdampingan dan tak bermusuhan. (kompas.com)

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net