Sobat Delta! Kali ini Delta FM lagi membuka lowongan kerja untuk kamu yang ingin bekerja di radio sebagai produser di Sore Bara Harsya bersama penyiar Bara Pattiradjawane dan Harsya Subandrio serta Sarah O. Caranya gampang, kamu ikuti cara berikut ini :

Kami tunggu secepatnya dan jangan lupa menggunakan hashtag #BaraHarsyaCariProduser lalu mention Instagram @deltafm yah!

Sebagai gambaran dari tanggung jawab yang nantinya akan kamu miliki disini adalah berikut ini : 

SHOW PRODUCER

Responsibilites :

Develop and create creative on air program, in accordance to the characteristic and requirement of each show, starting from getting the idea, searching and collect required informations, perform a broadcast reporting and prepared necessary on air script writing, directing the announcer on what or how to deliver it, callers for talk radio or competitions, timings. Preparing the implementation evaluation report is also part of his/her responsibility. Also may produce recorded content.

Requirements:

Fluent in english is required.
Education minimum diploma degree (D3) from any communication or related subject. Fresh graduate are welcome.
Creative, up to date to latest issue, self-starter, good planner and organizer, good initiative and high passion for broadcasting industry.
Excellent communication skills as well as a good teamwork would be a minimum requirement for this position
Able to work on weekdays or weekend.
Ready to work under pressure.

Sampai bertemu di Delta FM dan Semoga berhasil!

Minggu (17/9) petang, belasan Organisasi Non Pemerintah (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) beserta masyarakat simpatisannya berkumpul bersama di Gedung Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta yang berada di kawasan Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat.

Kehadiran mereka di sana untuk menghadiri kegiatan apresiasi seni di kantor lembaga bantuan hukum yang lahir pada 1970 silam. Semalam sebelumnya beredar undangan gelaran 'Asik-Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi'.

Gelaran ini menjadi alternatif kegiatan pascabatalnya diskusi akademis pengungkapan sejarah Indonesia tahun 1965-1966 yang sedianya diselenggarakan pada 16-17 September 2017 di kantor Lembaga Hukum Indonesia (LBH) Jakarta.

Acara tersebut mulai digelar pukul 16.00 dan berakhir pada 21.00 WIB. Berbagai karya seni digelar di akhir pekan itu, dari mulai pembacaan puisi, stand up comedy, hingga bazaar kesenian.

Di ujung acara, belasan LSM, di antaranya ada Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), LBH Jakarta, KontraS, ICW, dan Walhi, membacakan pernyataan bersama 'Darurat Demokrasi' di Indonesia.

Namun, setelah acara selesai, peserta yang hendak pulang tertahan. Penyebabnya adalah pengepungan oleh kelompok orang dari berbagai elemen. Mereka menolak kegiatan yang di gedung tersebut yang dituding sebagai aksi mendukung Partai Komunis Indonesia dan ideologi komunisme.

"Ada banyak yang mengepung dan akan memobilisasi lebih banyak. Acara sudah bubar tapi kami enggak bisa keluar. Pukul 21.30 WIB mereka datang, awalnya di depan, tapi kemudian sampai ke samping," ujar Direktur Eksekutif LBH Jakarta Alghifari Aqsa kepada CNNIndonesia.com, Minggu (17/9).

Berdasarkan pantauan di tempat kejadian, massa yang mengepung kantor YLBHI mencapai ratusan orang dan berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas).

"PKI enggak bisa keluar, ayo gabung! Ganyang! Ganyang PKI sekarang juga!" teriak massa di luar.

Sekitar pukul 22.00 WIB, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis tiba di tempat kejadian mencoba menenangkan massa. Ia mengatakan telah memastikan acara yang digelar oleh YLBHI kali ini tidak membahas tentang komunisme.

"Saya minta teman-teman tenang, tolong beri saya waktu bicara. Rekan sekalian, saya minta teman semua bisa memahami bahwa yang terjadi di dalam ruang LBH ini tidak ada kegiatan yang sifatnya seminar tentang PKI," kata Idham.

Namun, massa tak percaya dan terus berteriak-teriak.

"Dengar dulu. Sejak kemarin saya sendiri yang memimpin [agar] di sini untuk tidak dilaksanakan seminar. Saya sendiri yang memimpin untuk tidak berlangsung sejak kemarin. Hari ini mereka berkumpul bukan dalam diskusi yang kalian sasar. Saya tidak punya kepentingan apa-apa kecuali untuk mengamankan Jakarta," ujar Idham.

Bukan hanya unsur kepolisian saja yang turun tangan untuk pengamanan. Komandan Distrik Militer (Dandim) TNI 0501/Jakarta Pusat Kolonel Edwin Adrian Sumantha pun mencoba menenangkan massa di luar Gedung LBH.

Dia juga meminta agar massa membiarkan panitia acara hari ini untuk pulang. “Saya minta tenang, karena yang di dalam juga tak bisa keluar, biarkan mereka pulang,” kata Edwin usai menemui perwakilan LBH Jakarta di dalam gedung malam tadi.

Sementara itu sekitar pukul 00.14, di kawasan Diponegoro menuju Jalan Salemba, polisi sudah menyiapkan kendaraan taktis untuk membubarkan massa termasuk water cannon.

Sekitar 15 menit kemudian, aparat keamanan mulai bergerak untuk membubarkan massa. Kemudian, sekitar pukul 01.08, massa di luar gedung mulai ricuh. Hal itu dipicu pedemo yang melihat sejumlah orang--diduga para lansia--mulai keluar dari Gedung LBH Jakarta.

Sejumlah tembakan peringatan diletuskan beberapa kali. Selain itu, gas air mata juga ditembakkan. Tak hanya itu, tembakan water cannon juga mulai dilakukan. Kekisruhan terjadi antara massa yang memprotes acara di LBH Jakarta dengan aparat keamanan.

Massa pendemo mulai kocar-kacir. Sebagian merapat ke arah Cikini dan Menteng yang berada di arah berlawanan menuju Salemba. Sebagian ada yang bertahan di tepi kali samping Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan memprovokasi polisi dengan melempari batu.

Menjelang pukul 02.40 massa pendemo baru betul-betul dapat dibubarkan, dan situasi mulai kondusif.

Dari pantauan di lokasi, empat orang tampak ditangkap usai bentrokan itu terjadi pada lewat tengah malam tadi. Mereka digiring dari area di sekitar Cinema XXI Metropole, yang berada di persimpangan Cikini-Diponegro ke arah LBH Jakarta. (cnnindonesia.com)

Ruas jalan bebas hambatan atau tol di Indonesia, sedang menuju era non-tunai. Artinya, dalam waktu dekat tidak ada lagi transaksi atau pembayaran menggunakan uang tunai di gerbang tol, dan akan diganti dengan menggunakan GTO (Gerbang Tol Otomatis).

PT Jasa Marga sebagai operator tol terbesar di Indomesia, saat ini tengah melakukan persiapan untuk memberlakukan transaksi non-tunai pada semua ruas tol milik Jasa Marga. Pada awal Oktober 2017 mendatang kesiapan sudah sampai 90 persen, dan mulai sepenuhnya berjalan alias 100 persen pada 31 Oktober nanti.

Persiapan yang dilakukan adalah penambahan klusterisasi gerbang tol menuju 100 persen non-tunai yang akan dilakukan di semua pintu tol daerah operasi Jasa Marga.

Saat ini, gerbang tol induk non-tunai Jasa Marga masih 58,48 persen dan akan dikejar menuju 100 persen pada 31 Oktober 2017 mendatang, sedangkan gerbang tol non tunai Anak Perusahaan Jalan Tol (APJT) masih 64.98 persen menuju 100 persen non-tunai pada periode yang sama.

Dengan mengejar hal tersebut, pada 31 Oktober 2017 nanti semua cakupan ruas tol Jasa Marga tidak lagi melayani transaksi tunai.

Daftar ruas tol Jasa Marga dengan 1002 gardu yang akan sepenuhnya menggunakan transaksi elektronik:
1. Jagorawi
2. Cawang - Tangerang - Cengkareng (CTC)
3. Jakarta - Cikampek
4. Jakarta - Tangerang
5. Purbaleunyi
6. Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ)
7. Palikanci
8. Semarang
9. Surabaya - Gempol (Surgem)
10. Belawan - Medan - Tanjung Morowa (Balmera)

Daftar Gerbang tol non tunai Anak Perusahaan Jalan Tol (APJT) dengan total 217 gardu ;

1. Bali-Mandara (JBT) operasi : Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa
2. Semarang-Solo (TMJ) operasi : Semarang-Solo Seksi I (Tembalang-Ungaran), Semarang-Solo Seksi II (Ungaran-Bawen)
3. Surabaya-Mojokerto (JSM)
4. Marga Lingkar Jakarta (MLJ) operasi : Ulujami-Kebon Jeruk
5. Tol Lingkar Luar Bogor (MSJ)
6. Gempol-Pasuruan (TJP)
7. Ruas Tol Gempol-Pandaan (JPT)
8. Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (JMKT)

(otomania.com)

DKI Jakarta berencana menaikkan bea balik nama dari 10% menjadi 20% untuk mengatasi pertambahan kendaraan baru, namun calon pembeli mengaku tak terpengaruh dan pengamat menyebut pajak itu harusnya naik setidaknya 30%.
Sebagai gambaran, untuk mobil baru seharga Rp200 juta, konsumen harus menyediakan dana tambahan sebesar Rp40 juta untuk bea balik nama.

Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Andri Yansyah mengatakan bahwa rencana menaikkan pajak itu semata untuk membatasi jumlah kendaraan pribadi di Jakarta, bukan untuk menambah pendapatan daerah.
"Kenaikan pajak kendaraan pribadi termasuk pengenaan parkir yang sangat tinggi, itu salah satu instrumen untuk memaksa atau mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi agar mereka mau menggunakan angkutan umum," kata Andri.
"Sehebat apa pun angkutan umum kita, kalau tidak dibarengi dengan pembatasan lalu lintas, sampai kapan pun sama saja bohong," tambahnya.
Harus lebih tinggi
Namun rencana kenaikkan itu dianggap terlalu rendah untuk bisa memberikan dampak. Menurut pengamat transportasi Danang Parikesit, kenaikan bea balik nama menjadi hanya 20% tidak akan berpengaruh.
"Kalau kita lihat di teori mikroekonomia, sebenarnya batas ambang minimal untuk mempengaruhi keputusan orang itu kan 30%, sepertiga lah dari tarifnya. Jadi di atas itu orang baru mikir-mikir beli atau tidak. Tapi kalau di bawah itu tidak akan ada pengaruh terhadap daya beli masyarakat untuk beli kendaraan," kata Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia itu.

Sebelumnya Pemprov Jakarta menerapkan pembatasan mobil berdasarkan jumlah penumpang minimal tiga orang untuk lewat jalan-jalan utama tetapi akhirnya dihapus setelah dianggap gagal.
Saat ini Jakarta menerapkan pembatasan sementara mobil berdasarkan nomor polisi ganjil-genap. Enam tahun lalu muncul pula gagasan pembatasan berdasarkan warna kendaraan.
Tanpa program pembatasan mobil yang tegas, setiap tahun Jakarta akan dijejali satu juta unit kendaraan tambahan, 200 ribu di antaranya adalah mobil.
Saat ini, di Jakarta setidaknya ada 3,6 juta mobil dan 13,7 juta motor beredar.
'Tidak berdampak'
Taksiran Danang Parikesit diamini para calon pebeli dan pelaku bisnis otomotif.
Ibnu Najib yang berniat membeli mobil baru, mengatakan: "Kenaikan jadi dua puluh persen tidak akan mengubah keputusan saya untuk membeli. Saya sudah yakin akan membutuhkan mobil jadi tetap akan saya bayar dan saya tetap beli," aku Najib.
"Mungkin batas saya untuk mengubah dari yakin beli menjadi tidak jadi beli di 50%. Jika saya sudah sangat yakin, saya sudah mempertimbangkan faktor bahwa kendaraan pribadi itu bukan mekanisme transportasi yang ideal. Artinya jika saya memutuskan membeli, saya benar-benar membutuhkannya," tambahnya.

Aris Widodo yang berprofesi sebagai penjual mobil sejak hampir tujuh tahun yang lalu juga mengatakan hal serupa.
"Kalau menurut pengalaman yang sudah-sudah, nggak ngefek. Soalnya mereka kan juga butuh kendaraana" papar Aris.
"Faktanya, menurut data Gaikindo kan penjualan mobil naik terus. Meskipun ekonominya bisa dibilang sekarang sedang kurang bagus, daya beli masyarakatnya juga biasa."
Di sisi lain, jumlah kendaraan di kota-kota besar seperti Jakarta menuntut penanganan cepat: bahkan hingga larut malam tetap sering terjadi kemacetan di berbagai ruas jalan.
Di berbagai negara lain, pembatasan melalui tarif pajak terbukti efektif menekan pertumbuhan kendaraan pribadi. (bbcindonesia.com)

Page 1 of 8

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM