Rapper beken dan suami Beyonce Knowles, Jay Z, telah melakukan tindakan drastis (yang sebenarnya tidak terlalu mengejutkan); ia telah menarik sebagian besar koleksi musiknya dari layanan streaming populer, Spotify.

Sang rapper asal Brooklyn yang juga merupakan salah satu pemilik layanan streaming saingan, Tidal, telah mengambil sikap yang disebut sebagai “opsi inti” sebagai penyebutan untuk kebijakannya dengan menarik berbagai album dan single suksesnya dari Spotify.

Satu-satunya album Jay Z yang tersedia di Spotify adalah album-album rilisan 1997, “In My Lifetime Vol. 1” dan “Reasonable Doubt”, serta album rilisan 1998, “Vol. 2 Hard Knock Life”. Yang juga masih tersedia adalah “Collision Course”, album kolaboratif bersama Linkin Park yang dirilis di tahun 2004, serta beberapa single, termasuk kolaborasi bersama Kanye West, ‘N***as in Paris’, sebuah remix lagu Fat Joe dan Remy Ma. ‘All The Way Up’ serta ‘Clique’, juga bersama Kanye.

Spotify sendiri sudah mengkonfirmasi hal ini kepada Billboard dengan menyebutkan “beberapa” musik Jay Z telah ditarik dari layanan mereka atas “permintaan sang artis”. (creativedisc.com)

Vokalis Brian McKnight berhasil menjawab tantangan musisi dunia David Foster yang memintanya mencipta sebuah lagu secara spontan untuk membuktikan diri sebagai penyanyi nomor wahid.

Hal ini terjadi ketika mereka berdua berkolaborasi dalam pertunjukan Hitman David Foster and Friends Live in Concert di Grand Pacific Hall, Yogyakarta, Kamis (6/4/2017) malam.

"Yang berikut ini selalu membuatku cemburu. Dia seorang musisi besar yang berkapasitas sebagai penyanyi, pencipta lagu, dan produser. Dia adalah Brian McKnight," kata Foster mengundang McKnight ke atas panggung.

Foster mengatakan, ada satu kelebihan yang dimiliki McKnight, yakni bisa mencipta lagu secara spontan di tengah-tengah penampilannya. 

"Cukup dengan menyebutkan satu kata, maka dia akan menjadikannya sebuah lagu. Anda silakan menantangnya, sebut satu kata sulit yang harus dibuat lagu oleh Brian," kata Foster.

Sontak para penonton konser langsung riuh menyebutkan kata yang ingin dibuat lagu oleh McKnight. Akhirnya kata "Jogjakarta" dipilih oleh Foster.

"Oke kita sepakat pilih Jogjakarta. Ini cukup sulit, apakah kamu bisa melakukannya?" kata Foster.

"I got it," jawab McKnight.

"Yakin? Ini sulit," timpal Foster.

"I got it, I got it," kata McKnight meyakinkan.

Foster langsung duduk di kursi grand piano untuk memberi nada yang kemudian liriknya diisik oleh McKnight.

Beberapa detik pertama McKnight hanya melantunkan kalimat "What can I say" berulang-ulang sebagai intro. Riuh tepuk tangan penonton menyambut ketika McKnight menyajikan untaian lirik lagu yang diciptanya itu lengkap dengan kata Jogjakarta.

Selain menampilkan aksi panggung McKnight, Hitman David Foster and Friends Live in Concert juga dimeriahkan Putri Ayu, Marcell Siahaan, Fira Sugandi, Thirdstory, dan Chaka Khan. (kompas.com)

Selasa, 21 Maret, tersiar kabar jika Ed Sheeran menambah nama para penulis lagu hit TLC, ‘No Scrubs’, dalam lagu hitnya sendiri, ‘Shape of You’.

Semenjak perilisannya, pra-chorus lagu (“Boy, let’s not talk too much/ Grab on my waist and put that body on me“) telah menjadi bahan pembicaraan karena dianggap memiliki ritme lirik yang mirip dengan lagu TLC rilisan 1999 tadi (“No, I don’t want no scrubs/ A scrub is a guy that can’t get no love from me“).

Rupanya Sheeran menanggapi hal ini dengan baik, sehingga ia kemudian memutuskan untuk menambahkan nama penulis ‘No Scrubs’, Kandi Burruss dan Tameka ‘Tiny’ Colette, yang berasal dari girl group Xscape, bersama dengan Kevin “She’kspere” Briggs dalam kredit untuk ‘Shape of You’.

Sheeran bukan satu-satunya artis yang pernah melakukan hal serupa. Semenjak tahun keluarga Marvin Gaye menuntut Robin Thicke, Pharrell Williams dan T.I. tentang kepemilikan lagu ‘Blurred Lines’ di tahun 2013, maka ada beberapa artis lain yang kemudian menambahkan nama untuk daftar penulis lagu, setelah lagunya dirilis, guna menghindari masalah hukum.

Tahun lalu The Chainsmokers menambahkan nama dua anggota band rock The Fray sebagai penulis lagu hit mereka, ‘Closer’, karena ada persamaan dengan lagu ‘Over My Head (Cable Car)’ milik The Fray. Lantas ada Miguel yang menambahkan nama pentolan Smashing Pumpkins, Billy Corgan, sebagai penulis lagu ‘Leaves’, karena ada kemiripan dengan hit klasik band grunge tersebut, ‘1979’. Serta tentu saja Bruno Mars dan Mark Ronson yang menambahkan anggota The Gap Band untuk ‘Uptown Funk’, serta Tom Petty dan Jeff Lynne untuk ‘Stay With Me’ milik Sam Smith. (creativedisc.com)

Penyanyi dan pencipta lagu Melly Goeslaw (43) punya alasan tersendiri menggandeng Gita Gutawa (23) untuk menyanyikan soundtrack yang ditulisnya.

Soundtrack berjudul “Memang Kenapa Bila Aku Perempuan?” ini dibuat Melly untuk film Kartini.

Dalam acara peluncuran trailer dan soundtrack film Kartini di Djakarta Theater XXI, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2017), Melly mengungkap alasannya.

“Saya lihat (Gita) generasi yang beda sama saya. Kita beda dua tahun, ya?” ujar Melly sambil melirik ke arah Gita di sebelahnya, lalu tertawa.

“Gita 24 tahun, saya kebalikannya,” sambung Melly.

Menurut Melly, Gita mampu mewakili generasi millenials saat ini yang tidak hanya fokus pada karier, tetapi juga pendidikan.

“(Gita) sosok anak muda yang bukan cuma cinta seni. Dia semangat dan selektif bikin lagu. Kalau bikin album atau lagu, dia enggak mikirin komersial. Dia juga concern sama pendidikan,” ujar istri Anto Hoed tersebut.

Melly pun berharap lagu "Memang Kenapa Bila Aku Perempuan?" ini bisa menjadi inspirasi untuk para perempuan.

Sama seperti Gita yang berharap bahwa lagu kolaborasinya ini bisa menjadi salah satu lagu untuk memberdayakan perempuan di Indonesia.

"Indonesia sedikit banget soal empowering women. Kalau di luar ada Beyonce yang Run the World (Girls). Kalau di Indonesia sedikit ya, bahkan enggak ada," ujar Gita,

Maka dari itu, Gita ingin lagu ini bisa menjadi semangat untuk saling menguatkan perempuan dalam memperjuangkan cita-cita mereka. (kompas.com)

Page 1 of 18

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM

Contact us

Jl. Adityawarman No. 71 Jakarta 12160
Jakarta, DKI Jakarta Indonesia
+62 21-7202443
Fax: +62 21-7202058
deltafm.net