Camila Cabello menjadi bintang tamu acara “The Tonight Show” pada Rabu, 17 Januari lalu. Tentunya sang host, Jimmy Fallon, tak melewatkan kesempatan untuk meminta Camila menyanyikan lagu hitsnya, ‘Havana’.

Tapi Camila tidak sendiri karena sang host, Jimmy Fallon, dan home band acara populer ini, The Roots, menemani Camila bernyanyi. Segmen bernyanyi bersama Jimmy dan The Roots biasanya dilakukan di sebuah kelas dan menggunakan alat-alat sekolah. Aksi Camila membawakan ‘Havana’ pun bukan pengecualian.

Sebelumnya segmen ini juga pernah diisi oleh para penyanyi papan atas seperti Mariah Carey, Ed Sheeran dan Adele. Dan bisa dikatakan berlangsung sukses. Lantas bagaimana dengan Camila?

Ternyata Camila cukup luwes dalam bernyanyi, meskipun hanya ditemani alat-alat sederhana tadi. Oleh karenanya, ‘Havana’ versi alat sekolahan ini tetap seru untuk disimak, sementara Jimmy dan The Roots secara harmonis menemani Camila. (creativedisc.com)

Terhentinya layanan publik Amerika Serikat alias 'shutdown' setelah Senat gagal mencapai kesepakatan terkait RUU anggaran belanja darurat dikhawatirkan bisa mempengaruhi perekonomian Indonesia.

Salah satunya adalah berdampak buruk pada ekspor jika pemberhentian layanan publik AS itu berlangsung selama lebih dari dua pekan.

Amerika Serikat memang merupakan salah satu pasar utama ekspor Indonesia dengan nilai ekspor nonmigas ke negara itu mencapai US$16,2 miliar atau Rp216 triliun pada tahun 2017, berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan. Angka itu meningkat Rp19 triliun dibandingkan 2016.

"AS adalah salah satu mitra dagang terbesar Indonesia. Kalau shutdown berlarut-larut, tentu akan berpengaruh ke banyak negara," kata Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani, Minggu (21/01).

Shinta menyebut penutupan badan pengurusan izin berpotensi menghambat proses masuknya barang dari Indonesia ke AS.

Meski demikian, ia memprediksi shutdown tidak akan berjalan lebih lama dari penghentian layanan publik yang terjadi pada 2013 di era pemerintahan Barack Obama, yaitu 16 hari.

"Shutdown dua pekan masih bisa ditanggulangi. Kalau lebih lama, Indonesia mesti bersiap-siap," ujarnya.

Merujuk data Badan Pusat Statistik, selama empat tahun sejak 2013 tercatat peningkatan volume impor Indonesia ke AS, baik migas dan nonmigas.

Tahun 2016, volume ekspor ke AS mencapai 7,3 juta ton atau berada di peringkat ke-10 dalam negara tujuan ekspor Indonesia, di bawah Cina, Jepang, Korea Selatan, dan sejumlah negara Asia Tenggara.

Sementara itu pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Fithra Faisal, menilai penghentian layanan publik yang berlarut-larut di AS dapat melemahkan daya beli masyarakat negeri Paman Sam.

Konsekuensinya, permintaan barang oleh AS ke Indonesia berpotensi menurun.

Namun Fithra berpendapat nilai ekspor terhadap AS yang turun tidak akan mengguncang perekonomian Indonesia, yang disebutnya memiliki banyak mitra dagang baru.

"Pemerintah Indonesia saat ini terus mencari partner dagang non-tradisional," tuturnya melalui sambungan telepon.

Di sisi lain, kata Fithra, shutdown membuat investor berpikir ulang untuk menanamkan modal di AS dan memungkinkan pengalihan modal (capitol outflow) dari AS ke negara lain.

"Jika itu terjadi, dolar AS akan melemah dan seharusnya rupiah menguat. Tapi ada faktor lain di luar persoalan AS yang turut mempengaruhi naik-turunnya rupiah," ujarnya.

Prediksi serupa juga disampaikan Peneliti Institute for Development of Economics & Finance, Bhima Yudhistira, yang menyebut shutdown AS pada tahun 1995 dan 2013 tidak mendongkrak nilai rupiah.

"Saat itu kurs rupiah hampir tidak terpengaruh oleh shutdown di AS karena sifatnya temporer atau jangka pendek, kira-kira berlangsung dua minggu," kata Bhima.

Fithra Faisal menilai pengaruh penutupan layanan publik di AS tidak akan sebesar krisis keuangan global pada 2008, yang disusul memburuknya perekonomian Eropa.

Kala itu, kata Fithra, krisis ekonomi yang dialami negara Barat mendorong investor melarikan modal mereka ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat itu menjadi cukup baik, sekitar 6%," ujarnya.

Bagimanapun, kata Shinta Widjaja yang juga berstatus CEO Grup Sintesa, pelaku usaha hanya akan terdampak peristiwa global yang berlangsung dalam jangka waktu panjang atau permanen.

Shinta menyebut keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa pada 2015, yang dikenal dengan istilah Brexit, sebagai salah satu contoh.

"Brexit dampaknya signifikan karena jangka panjang. Kebijakan AS sekarang yang lebih proteksionis juga berdampak bagi kami. Kebijakan global yang berjangka panjang pasti akan berdampak." (bbcindonesia.com)

Tahun 2018 sepertinya akan menjadi tahun yang semarak, karena para diva pop kenamaan menghadirkan album baru mereka. Selepas Kylie Minogue, kini Madonna rupanya siap menyusul.

Tampaknya sang Ratu Pop sedang mengerjakan album ke-14 miliknya. Hal ini diungkap langsung oleh Madonna melalui akun Instagramnya di mana ia memposting sebuah foto throwback dirinya dengan caption, “Senang rasanya bisa mengerjakan musik baru lagi,” di IG Stories.

Sang penyanyi berusia 59 tahun sebelumnya telah memberi indikasi jika ia akan menukar beat club dengan lagu-lagu yang lebih organis dan mungkin akustik, sebagaimana wawancara yang dilakukannya bersama Entertainment Weekly di tahun 2017 lalu. Dalam wawancara tersebut Madonna merasa ia telah cukup mengerjakan lagu dengan produksi maksimal, sehingga sudah saatnya melakukan pendekatan berbeda dan kembali menghadirkan keindahan dan kesederhanaan musik, lirik dan keintiman.

Dan karena ia kerap berkeliling dunia, bisa jadi Madonna juga memasukkan unsur world music dalam album barunya. Bertemu dan mendengarkan banyak musik lokal di daerah yang dikunjunginya memberi Madonna inspirasi. Tapi, rasa-rasanya musik club bukan sesuatu hal yang mudah ditinggalkan oleh Madonna, sehingga bisa jadi lagu barunya akan memadukan berbagai elemen tadi.

PS. Tahun ini akan menjadi peringatan 20 tahun album fenomenalnya, “Ray of Light”, yang telah mengubah karirnya ke fase yang lebih tinggi. Apakah Madonna akan menghadirkan sesuatu untuk merayakannya? Kita tunggu saja kalau begitu. (creativedisc.com)

Kisruh transfer Neymar dari Barcelona menuju PSG nampaknya masih jauh dari kata usai. Transfer termahal dunia itu memang sangat kontroversial sejak dari awal bursa transfer musim panas lalu hingga sampai saat ini.

PSG membajak Neymar sesuai nilai buyout-nya sebesar 220 juta euro pada awal Agustus silam. Namun yang membayar pembajakan itu bukanlah PSG sendiri, tetapi perusahaan induk mereka; Qatar Sports Investment. Hal itu dilakukan agar PSG tidak mendapat hukuman dari aturan Financial Fair Play.

Transfer ini menimbulkan banyak masalah. Neymar dan Barca bahkan sudah secara terbuka akan saling melaporkan terkait pembayaran bonus klausul kesetiaan. Barca tak mau membayar dan malah akan menuntut Neymar untuk mengembalikan seluruh bonus yang sudah terlanjur mereka berikan. Sementara itu, Neymar mempermasalahkan bonus yang harusnya diberikan Barca pada 31 Juli silam.

Menurut El Confidencial, masalah baru dalam transfer ini telah muncul lagi. Saat ini Barca masih terlibat permasalahan hukum transfer Neymar pertama (dari Santos menuju Barca). Barca menghadapi banyak tuntutan hukum, terutama dari DIS, salah satu pemilik hak transfer Neymar semasa masih di Santos.

Pada 2013, saat mendatangkan Neymar, Barca yang saat itu dipimpin Sandro Rosell menjanjikan penghasilan besar kepada Neymar, tepatnya sebesar 100 juta euro. barca menjamin Neymar akan mendapatkan 100 juta euro selama lima tahun di Camp Nou.

Apa pun yang terjadi, Neymar dijamin akan mendapatkan 100 juta euro bersih di Barca, apa pun yang terjadi. Tapi imbal baliknya, Neymar wajib bertahan di Barca selama periode lima tahun itu. Jika Neymar hengkang tanpa persetujuan Barca, Neymar wajib membayar Barca senilai 100 juta euro juga.

Menurut El Confidencial, dokumen kesepakatan Barca dan Neymar ini ditandatangani oleh Sandro Rosell dan Josep Maria Bartomeu. Dokumen ini muncul dalam persidangan yang melibatkan DIS dan Barca. Tapi belum bisa dipastikan apakah Barca akan mencoba memaksa Neymar membayar sesuai dokumen itu. (bola.net)

Page 1 of 251

About

  • Delta FM adalah sebuah stasiun radio yang merupakan bagian dari Group Masima Radio Network (MRN) perusahaan pengelola radio dari berbagai segmen pendengar beberapa diantaranya Radio Prambors dan Radio Bahana

Station

Jakarta 99.1 FM
Bandung 94.4 FM
Surabaya 100.5 FM
Makassar 99.2 FM
Manado 99.3 FM
Medan 105.8 FM
Semarang 96.1 FM
Yogyakarta 103.7 FM