Register
Pengunjung ASEAN 2011 capai 73,8 Juta Orang

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Dr Marie Elka Pangestu dan Menteri Informasi,Kebudayaan, dan Pariwisata Laos memimpin pertemuan Menteri Pariwisata ASEAN di Manado.Pada pertemuan ini, para menteri mengakui pertumbuhan yang signifikan dari pengunjung internasional ke ASEAN sepanjang tahun 2011.
"ASEAN menarik lebih dari 73,8 juta pengunjung tahun lalu di mana Intra ASEAN travel sebagai penyumbang utama wisatawan, dan sisanya dari jumlah kedatangan internasional," kata Marie.
Selain itu, para menteri mencatat kemajuan pelaksanaan ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) 2011-2015 di mana semua kelompok kerja pariwisata dan komite ASEAN telah mengidentifikasi langkah-langkah rinci dan telah melaksanakan juga  ATSP 2011-2015 tersebut. "Dalam rangka mendukung pelaksanaan ATSP lebih lanjut, para menteri sepakat untuk meningkatkan kontribusi tahunan  untuk ASEAN NTOs Fund dan, pada saat yang sama, untuk meningkatkan bentuk kontribusi Negara Anggota dalam mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan pariwisata ASEAN," jelasnya.

Dijelaskan Marie, para menteri mengakui kemajuan langkah-langkah Master Plan ASEAN Connectivity  (MPAC) yang akan membawa kemajuan  di berbagai sektor di ASEAN, terutama pariwisata, transportasi dan telekomunikasi. Para Menteri menegaskan kembali komitmen mereka untuk terus mendukung dan memfasilitasi proses pengembangan Konektivitas ASEAN. "Kami (menteri) menyambut berlakunya Persetujuan  ASEAN Multilateral Agreement on the Full Liberalisation of Passenger Air Services  (MAFLPAS). MAFLPAS akan meningkatkan dan memfasilitasi lebih lanjut  layanan konektivitas udara  dan dengan sendirinya mendukung pengembangan pariwisata di kawasan ini," tuturnya.

Marie menjelaskan pertemuan ini  juga mencatat berlakunya Persetujuan ASEAN-China Air Transport Agreement beserta Protokol 1 nya, yang akan meningkatkan aksesibilitas udara antara negara anggota ASEAN dan China di mana merupakan sumber pasar utama bagi pariwisata ASEAN. Ditambahkannya,  mereka juga  mencatat komitmen negara-negara Anggota ASEAN untuk melanjutkan dan mempercepat pelonggaran persyaratan visa bagi warga negara ASEAN melalui implementasi ASEAN Framework Agreement for Visa Exemption  yang ditegaskan kembali oleh para pemimpin ASEAN pada ASEAN Summit ke-19. "Para menteri juga menyambut baik inisiatif untuk mengembangkan visa umum ASEAN untuk warga negara non-ASEAN di masa depan yang akan berkontribusi pada proses pembangunan komunitas ASEAN, serta integrasi ASEAN yang lebih besar dan kontribusi kepada masyarakat global," terangnya. Ditambahkannya, menteri-menteri pariwisata ini  menjanjikan dukungan kuat  untuk inisiatif ini, dan menugaskan pejabat tinggi mereka untuk secara aktif mengambil bagian dalam pelaksanaan studi komprehensif untuk mengidentifikasi batasan waktu yang diperlukan dalam pembentukan visa umum ASEAN  yang akan dilaporkan pada KTT ASEAN ke-23. Selain itu, kata dia,  menteri-menteri ini  mengapresiasi  kemajuan yang dicapai oleh negara-negara ASEAN dalam menetapkan persyaratan yang diperlukan oleh Mutual Recognition Arrangement (MRA)  seperti Badan Sertifikasi Profesi Pariwisata  dan Badan Profesional Pariwisata Nasional . "Kegiatan lainnya termasuk mengadakan Lokakarya Pencapaian negara anggota ASEAN dalam Penerapan MRA di bidang  Pariwisata yang diselenggarakan pada  14-15 Juni 2011 di Palembang, Indonesia. Para Menteri menekankan pentingnya untuk mendukung pelaksanaan MRA dan mendukung secara teratur pertemuan regional untuk meningkatkan kesadaran dengan pemangku kepentingan," tandasnya.

Pengunjung ASEAN 2011 capai 73,8 Juta Orang