Register
Lezatnya Durian Medan

Meskipun sudah pernah mabuk durian monthong, tapi durian Medan selalu saja bikin rindu dendam. Di rumah ini durian Medan yang lembek atau yang agak keras, dengan warna abu-abu hingga kuning bisa dicicipi. Dagingnya yang basah-basah lengket, dengan rasa manis yang tak terlalu kuat plus tonjokan kuat rasa pahit memang bikin mabuk kepayang!


Bulan Desember ini memang bukan musim durian monthong tetapi justru durian lokal sedang panen raya. Karena itu Sabtu kemarin sengaja saya menyusuri Jalan Raya Parung untuk mencari penjual durian Parung yang mungil dan manis. Tapi saya harus kecewa karena gubuk-gubuk penjual durian banyak yang tutup!

Rasa kecewa itu justru membuat saya bagai ngidam ingin sekali makan durian. Kali ini yang terbayang durian Medan. Wouw…manis-manis pahit, lumer di mulut. Saya tak terlalu suka durian yang terlalu manis, justru yang agak pahit yang saya suka.

Rumah Durian 'Harum' yang berlokasi di jalan raya Serpong akhirnya menjadi sasaran saya. Ada banner yang bertulisan 'Baru Musim Durian Monthong, Chanee, Otila, Medan' dengan stempel 'masak pohon'. Pasti durian Medan tersedia dalam jumlah banyak.

Dugaan saya tak meleset, ruangan ber-AC disesaki pengunjung. Beberapa meja dipenuhi pengunjung yang makan durian langsung. Sementara di bagian pemilihan durian juga harus antre beberapa saat. Kebetulan yang sedang musim adalah durian Medan dan monthong lokal. Durian monthong Thailand dan jenis lainnya belum musim karena itu tidak tersedia.

Durian Medan yang berukuran sedang dengan duri tajam pun dipilihkan oleh pelayan. Setelah dibelah dan saya cicip (dengan sendok es krim berbalut plastik) ternyata rasanya kurang pahit, cenderung hambar. Pelayan pun membantu saya kembali memilihkan durian. Tiap kali dipilih, pembeli bisa mencicipi sampai ketemu durian yang pas dengan selera. Akhirnya satu durian ukuran sedang pun dibelah untuk saya makan langsung. Durian ini ditaruh dalam baki plastik dan disuguhkan langsung di meja. 

Durian pertama ini berwarna sedikit abu-abu dengan semburat kuning, lembek dan rasa pahitnya sangat kuat. Meskipun bijinya agak besar durian ini pun tak lama habis juga. Karena melihat Pak Sumadi, pengelola rumah durian, sedang menurunkan durian Medan dan monthong lokal Bogor maka saya pun memintanya memilihkan satu durian Medan lagi. 

Kali ini Pak Sumadi juga memberikan tipsnya saat memilih durian. "Ketuk-ketuk dan goyang-goyang saja kalau ada bunyi yang agak keras, klutuk-klutuk, berarti duriannya masak pohon dan tua," ujarnya sambil memberi contoh. Benar juga durian Medan berkulit kekuningan saat dibelah, dagingnya berwarna kuning muda, agak kering dan rasanya hebat, manis dengan tonjokan pahit yang enak! Durian pun kembali dibelah dan disajikan di meja.

Apa benar durian mengandung kolesterol? Jawabannya bisa ditemui pada poster yang terpampang di dinding rumah durian ini. Ternyata, durian mengandung banyak vitamin C dan potasium. Poster tentang jenis durian yang diberi kolom-kolom merupakan info penting buat pencinta durian. Di dinding rumah durian ini ada juga poster durian monthong, monthong salju (yang ini jagoan monthong, kulitnya kecokelatan jelek tapi rasanya dahsyat), chanee, kanyao, phongmanee (rajanya durian monthong) juga jenis terbaru Bhineka Bawor. Di poster terdapat gambar durian, kolom rasa dan kolom tekstur serta musim panen/petik. Hitung-hitung bisa belajar tentang jenis durian di rumah durian ini.

Di bagian tengah rumah durian ini terdapat berbagai produk durian lain seperti es krim durian, jus durian (yang 100% buah durian tanpa tambahan gula), keripik durian dan dodol durian. Kalau malas mengantre Anda juga bisa langsung membeli durian kupas yang dikemas dalam kotak plastik.

Harga durian di rumah durian ini memang sedikit lebih mahal dibandingkan yang dijajakan di pinggir jalan. Tetapi karena jaminan mutu dan kebebasan memilih dan mencicipi maka boleh dibilang cocok dengan harganya. Satu kilogram durian Medan dipatok Rp. 25.000,00 dan durian monthong lokal Rp. 37.000,00. Jika Anda penggemar durian dan ingin setiap saat bisa makan durian segar bermutu, mungkin rumah durian ini cocok untuk disinggahi. Hmmm…meskipun tak menemui si kucing titun (durian top Medan) tetapi saya cukup puas dengan tonjokan khas Medan ini!

 

Sumber: Detikfood.com

 

Lezatnya Durian Medan
 

S5 Box

Login



Register

*
*
*
*
*

Fields marked with an asterisk (*) are required.