Register
2011, Angka Curas dan Narkoba di Medan Turun

MEDAN - Kapolresta Medan mengucapkan terimakasih pada seluruh lapisan masyarakat mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan TNI atas partisipasinya berama polisi menjaga kondusifitas Kota Medan sehingga perayaan Natal dan pegantian malam Tahun Baru 2011-2012 secara keseluruhan berjalan lancar, aman dan kondusif.

Demikian Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga didampingi Kabagops Kompol Yusfi Munif Nasution, Kasat Reskrim Kompol MYoris MY Marzuki, Kasat Lantas Kompol I Made Ary Pradana,Kasat Pam Obvit Kompol JC Simanjuntak, Kasat Sabhara Kompol Benny Saragih, Kasat Res Narkoba Kompol Juli Agung Pramono, Wakasat Narkoba AKP Bachtiar Marpaung serta sejumlah pejabat teras Polresta Medan lainnya saat menyempaikan hasil analisa dan evaluasi (Anev) perayaan Natal dan Tahun Baru di aula Rupatama Mapolresta Medan, Senin (2/1) sore.

 

"Kondisi ini tidak mungkin terjaga bila kinerja polisi tidak mendapat sokongan dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat di Kota Medan," ujar Kombes Pol Tagam Sinaga yang beberapa bulan mendatang akan menjalani pendidikan sekolah jenderal (Sespati) polisi.

Lebih lanjut Kapolresta Medan mengharapkan kedepannya masyarakat harus segera menggalakkan dan menghidupkan Sistem Pengamanan Lingkungan (Siskamling) di setiap lingkungannya guna mengantisipasi berbagai tindakan kriminal ringan (pencurian, premanisme dan lainnya) hingga yang berat (terorisme, pembunuhan dan lainnya) di tengah-tengah masyarakat.

"Sangat banyak kegunaan dan manfaat Siskamling yang keberadaannya di tengah-tengah warga," tukas Kombes Pol Tagam Sinaga.

Lebih lanjut Kapolresta Medan juga mengutarakan sepanjang tahun 2011 jumlah tindak pidana (JTP) pencurian kekerasan (curas) cenderung lebih menurun 5 persen dari tahun 2010 lalu yakni 338 kasus selesai 124 kasus dari356 kasus selesai 228 kasus tahun sebelumnya.

Lalu kasus perjudian 519 kasus, selesai 525 kasus. Sedangkan tahun sebelumnya 555 kasus, selesai 560 kasus. Kemudian kasus pemerasan dan pengancamanan 64 kasus, selesai 33 kasus tahun sebelumnya 2010 102 kasus 66 selesai.

Kriminal Meningkat

Sedangkan jumlah tindak kriminal yang meningkat dari tahun sebelumnya yakni kasus curat naik 34 persen dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) naik 44 persen.

"Meski demikian indeks kriminal menonjol di Polresta Medan sepanjang 2011 10.187 kasus selesai 3.776 kasus lebih tinggi dari tahun seluruhnya JTP 8.544 kasus dan PTP 3744 kasus," tukas Kombes Pol Tagam.

Kapolresta Medan juga memaparkan sepanjang 2011, Polresta Medan menggelar 7 operasi antara lain Pekat I Toba dengan sasaran minumann keras dan judi berhasil mengungkap 91 kasus dengan 134 tersangka. Miras 69 kasus 71 tersangka.

Lalu Ops Simpatik Toba 2011 (mulai 1-21 Juni 2011) sasaran cara simpatik berlalulintas di mana jumlah lakalantas 52 kasus meninggal 9 orang, Luka berat 30 orang dan luka ringan 26 orang.

Ops Patuh Toba (11-24 Juli 2011) lakalantas 28 kasus, 9 orang meninggal, 17 lukaberat dan 11 luka ringan.

Kemudian Ops Ketupat Toba 2011, Ops Zebra Toba 2011, Sikat Toba 2011 (1-15 Desember) dan terakhir Operasi Lilin Toba 2011 mulai 23 Desember 2011-1 Januari 2012.

Dalam kesempatan itu Kapolresta Medan juga memaparkan lima lokasi rawan kriminalitas di antara lain Polsek Medan Area, Polsek Medan Kota, Polsek Medan Timur dan terakhir Polsek Medan Baru.

"Saya instruksikan para Kapolsek agar meningkatkan antisipasi tindak kejahatan di daerah rawan tindak kriminal," tegas Kapolresta Medan sembari memerintahkan Kasat Sabhara menggeser pasukannya ke daerah-daerah rawan kriminalitas.

Dalam kesempatan tersebut Kapolresta Medan juga mengungkapkan komitmennya memberantas berbagai tindak pidana di Medan meski dengan jumlah anggaran yang kurang.

Alokasikan Anggaran

Tahun 2012 pemerintah mengalokasikan Rp141 miliar untuk Polresta Medan beserta jajarannya, Rp131 miliar gaji seluruh personil polri baik di Reskrim maupun Narkoba selebihnya untuk operasional.

Berdasarkan DIPA 2012, ungkap Kapolres, anggaran untuk Sat Reskrim Rp2 miliar dengan Rp 63 juta perbulannya, sedangkan Sat Res Narkoba Rp23 juta perbulannya diperuntukkan penanganan 40 kasus.

Adapun untuk Polsek Rp2 juta perbulannya khusus menangani 2 kasus perbulannya.

"Saya apresiatip pada seluruh personilnya di mana di tengah minimnya anggaran yang dialokasikan jarannya masih bisa berbuat untuk melayani dan mengayomi masyarakat," tandas Kombes Tagam.

Terkait kasus perampokan bersenpi yang beberapa kali beraksi di beberapa perumahan di Medan, Kasat Reskrim Kompol M Yoris MY Marzuki mengutarakan pihaknya telah mengidentik para pelaku di antaranya anggota sindikat perampokan antar provinsi ‘Kelompok Palembang’.

"Kami telah berkoordinasi dengan sejumlah Polda Sumatera yang juga menDPO para tersangka," ungkap Kompol M Yoris sembari mengutarakan optimisnya para pelaku akan berhasil diringkus.

Sedangkan pengungkapan kasus narkoba, ungkap Wakasat Res Narkoba AKP Bachtiar Marpaung pihaknya kesulitan meneruskan penyidikan karena para tersangka kerap menggunakan sistem sel terputus.

Sehingga pihaknya sangat kesulitan menindak lanjuti para pelaku lainnya merupakan jaringan tersangka. Pada kesempatan tersebut Kapolresta Medan juga menegaskan pihaknya tidak akan ‘bermain mata’ dengan para pelaku kejahatan.

 

2011, Angka Curas dan Narkoba di Medan Turun
 

S5 Box

Login



Register

*
*
*
*
*

Fields marked with an asterisk (*) are required.